Cerita Mistis Alas Roban Yang Angker - Persip
Headlines News :
Home » » Cerita Mistis Alas Roban Yang Angker

Cerita Mistis Alas Roban Yang Angker

Written By farisa prameswari on Sunday, June 24, 2012 | 11:31 AM

persip.net - Cerita Mistis Keangkeran alas roban Batang jawa tengah, Pengalaman ini terjadi sekitar setahun lalu. Waktu itu ada rombongan rekan YVC Surabaya yang mampir kebatang, tujuan mereka untuk menghadiri pernikahan salah satu membernya yang kebetulan dapat orang batang (pedalaman). Singkat cerita, malam sekitar jam 10an, saya dan Brosigit ketua YVC batang, mengantar rombongan YVC Surabaya ketempat tujuan, kami janjian dengan salah satu kerabat mempelai disebuah kecamatan namanya Tulis (masih wilayah jalan pantura sebelum Alas roban).


(Masuk kepedalaman melewati jalan aspal kabupaten 10km, lalu menyusuri jalan tanah pedesaan sekitar 5 kiloan). sampai ditujuan, kami ngopi-ngopi, makan cemilan dan ngobrol santai, tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 1 malam (dini hari). Saya dan brosigitpun pamitan hendak pulang kebatang.. oh..iya..nama desa tersebut wana segara kalau dalam bahasa Indonesia artinya Lautan monyet… Dalam hati berkata.. wah..uji nyali lagi nih.. kami riding beriringan bro sigit didepan saya dibelakang menyusuri jalan pedesaan menuju jalan kabupaten menuju Tulis.Sialnya kami kesasar (suasananya seperti disandiwara radio maklampir).. gelap. sepi dan dingin sekali… tidak ada orang yang bisa ditanya, kamipun riding pake filling saja… ditengah jalan pedesaan..tengkuk saya mulai merinding…krosak..krosak.. terlintas beberapa kelebat bayangan hitam seperti bergelantungan dipohon2 pinggir jalan pedesaan… seperti monyet sedang berayun-ayun.. namun saya berusaha tenang dan membaca-baca do’a sebisa saya.. Alhamdulillah ketemu juga jalan aspal yang menuju tulis, Kami berhenti sejenak..Bro sigit meminta saya agar riding bersebelahan… (saya mengerti maksud bro sigit )..kami melanjutkan perjalanan.. setelah menempuh sekitar 5km,.. srippiit..tercium bau bangkai yang menyengat… tengkuk mulai merinding…dalam hati berkata… waduh kuntilanak nih… sepanjang perjalanan tetap terus membaca doa-doa..sekitar beberapa detik kemudian.. muncul sosok putih berambut putih panjang duduk dibelakang jok brosigit… namun sepertinya brosigit tidak tahu.. hanya saya yang dilihatin mahluk tersebut… jantung mulai berdetak kencang.. badan serasa kaku.. tapi saya berusaha tetap tenang sambil terus membaca-baca do’a… namun simahluk sepertinya menatap kearah saya terus… terlihat lampu depan motor saya dan brosigit agak redup cahayanya… lalu sekitar 10 meter didepan kami melawati pohon besar reflek saya bunyikan klakson… simahlukpun menghilang.. Alhamdulillah kami selamat sampai dibatang… Bro sigit bertanya.. mas tadi kenapa lampu kita redup ya??.. saya nggak cerita apa-apa kebrosigit hingga sekarang…

Begitulah cerita duo riding melewati jalan pedesaan yang angker..

dikutip dari blog: http://yudibatang.wordpress.com/2011/06/30/pengalaman-duo-riding-lewat-jalan-pedesaan-angker-ditengah-malam/

Rating: 4.5
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Persip Pekalongan | Kalong Web Desain |
Supporter Persip Pekalongan : Kalong Mania
Copyright © 2013 OFFICIAL PERSIP PEKALONGAN - All Rights Reserved